Tiger Global Big Tech mengalami perubahan strategi setelah perusahaan investasi tersebut mengurangi sejumlah kepemilikan saham teknologi besar. Pada saat yang sama, Tiger Global membeli posisi baru di SpaceX dan Advanced Micro Devices atau AMD. Perubahan tersebut terlihat dalam laporan 13-F kuartal kedua 2026 yang diajukan kepada regulator Amerika Serikat.
Tiger Global juga keluar sepenuhnya dari posisi di Netflix. Selain itu, perusahaan memangkas kepemilikan di beberapa perusahaan teknologi besar. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Tiger Global mulai menata kembali portofolionya di tengah perubahan kondisi pasar.
Tiger Global Big Tech Kurangi Sejumlah Saham
Tiger Global memangkas kepemilikannya di beberapa perusahaan teknologi terbesar. Perusahaan tersebut mengurangi posisi di Microsoft, Nvidia, Meta Platforms, dan Alphabet.
Tiger Global juga memangkas kepemilikannya di Taiwan Semiconductor. Namun, perusahaan justru meningkatkan posisi di Intel selama kuartal kedua.
Menurut data pengajuan 13-F, Tiger Global memangkas kepemilikan Alphabet sebesar 45,4%. Posisi tersebut turun menjadi sekitar 5,8 juta saham.
Perubahan ini terjadi ketika banyak investor mulai menilai kembali valuasi perusahaan teknologi. Pasar juga menghadapi kekhawatiran mengenai besarnya belanja kecerdasan buatan.
Tiger Global Mulai Masuk SpaceX
Selain mengurangi saham Big Tech, Tiger Global mengambil posisi baru di SpaceX. Langkah ini menjadi salah satu perubahan paling menarik dalam portofolio perusahaan.
SpaceX baru memasuki pasar saham publik pada Juni 2026. Sejak itu, saham perusahaan milik Elon Musk tersebut mengalami pergerakan yang cukup besar.
Tiger Global juga membeli posisi baru di AMD. Dengan demikian, perusahaan tetap mempertahankan eksposur terhadap sektor teknologi. Namun, fokusnya mulai bergeser ke perusahaan dengan prospek pertumbuhan berbeda.
Strategi Investasi Mulai Berubah
Perubahan portofolio Tiger Global terjadi ketika investor institusional menunjukkan sikap lebih selektif terhadap saham teknologi. Data Reuters menunjukkan hampir 44% investor yang diteliti mengurangi kepemilikan di kelompok Magnificent Seven. Sementara itu, sekitar 42% justru menambah posisi.
Kondisi tersebut menunjukkan belum adanya konsensus mengenai arah saham teknologi. Investor masih melihat peluang besar dalam AI. Namun, mereka juga mempertimbangkan risiko valuasi dan tingginya investasi yang dibutuhkan.
Sektor semikonduktor tetap mendapat minat kuat. Sebanyak 48% institusi yang telah melaporkan 13-F menjadi pembeli bersih saham semikonduktor. Sebaliknya, sekitar 34,5% menjadi penjual bersih.
SpaceX Jadi Pilihan Baru Investor
Keputusan Tiger Global membeli SpaceX menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap perusahaan antariksa dan teknologi baru. SpaceX juga memiliki bisnis Starlink yang menjadi sumber pendapatan penting.
Namun, saham SpaceX tidak sepenuhnya bebas dari tekanan pasar. Investor ritel bahkan menjadi penjual bersih pada 7 Agustus untuk pertama kalinya sejak perusahaan melantai di bursa. Mereka melepas saham senilai sekitar $4,5 juta secara bersih.
Meski demikian, investor institusional masih melihat potensi jangka panjang SpaceX. Alphabet, misalnya, memiliki investasi SpaceX yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar setelah perusahaan tersebut melantai di bursa.
Pada akhirnya, Tiger Global Big Tech menunjukkan pergeseran strategi investasi yang cukup signifikan. Tiger Global mengurangi sejumlah saham teknologi besar, keluar dari Netflix, lalu menambah eksposur ke AMD dan SpaceX. Langkah tersebut mencerminkan upaya perusahaan mencari peluang baru di tengah perubahan lanskap teknologi dan pasar saham.
